Work Hard, Play Harder

Follow
Twitter @chalzable
Instagram ID = chalzable
Line ID = chalzable
Facebook and Email = hatebinz@yahoo.com


SoundCloud = https://soundcloud.com/ichaaal

Tuesday, September 3, 2013

Kuala Lumpur, Malaysia















Bagi kebanyakan orang traveling seorang diri mungkin sesuatu yang diluar kebiasaan orang pada umumnya. Tetapi jika dilihat lebih seksama Solo Traveling mempunyai beberapa kelebihan yang tidak bisa ditemukan ketika berlibur bersama orang lain. Yang paling signifikan adalah kita bisa pergi kemana saja yang kita mau dan selama apapun yang kita mau tanpa merasa tidak enak hati kepada yang lain. Dengan berbekal sebuah tas ransel, visa, paspor dan sejumlah uang di dompet berangkatlah saya menuju salah satu tempat yang jadi bagian dari negeri jiran Malaysia, Kuala Lumpur.

Sebagai destinasi tempat wisata Kuala Lumpur memang terlihat sangat memanjakan pengunjung. Salah satu kota paling modern di Malaysia ini sangat memudahkan siapapun yang berkunjung terutama wisatawan asing dalam hal transportasi. Fasilitas transportasi publik yang ada di Kuala Lumpur juga sangat memadai dan nyaman dengan harga yang sangat terjangkau. Saya turun di airport LCCT siang itu dan melanjutkan perjalanan menuju jantung kota daerah Bukit Bintang tempat saya menginap dengan menggunakan fast train yang bersih dan nyaman. Sesampainya di hotel kemudian beristirahat sejenak dan mandi, saya kemudian keluar untuk mencari makan malam sekaligus melihat kota di waktu malam. Pilihan saya jatuh kepada salah satu shopping mall yang bisa di akses dengan berjalan kaki dari hotel, uniknya tempat ini adalah adanya air mancur dengan lampu-lampu gemerlap yang sangat memanjakan mata, di tengah-tengah area tempat orang ramai berlalu lalang. Banyak orang berbeda kewarganegaraan berkumpul di tempat ini dan sepertinya tempat ini tidak pernah mati, walaupun shopping mall tutup jam 10 malam namun kafe-kafe di sekitar area mall masih buka sampai larut dan selalu dipenuhi pengunjung.

Kemegahan Patung Budha Raksasa dan Sensasi Melawan 272 anak tangga di Batu Caves

Jika ingin melihat suasana yang lebih sederhana, jauh dari hiruk pikuk khas kota besar dan gedung-gedung pencakar langit, tempat ini bisa menjadi alternatif. Batu caves terletak di daerah Selangor, untuk mencapai tempat ini bisa ditempuh dengan beberapa alternatif, bisa dengan bus, taxi atau kereta. Pilihan yang paling sederhana versi saya adalah dengan kereta, hanya dengan membayar 1 Ringgit saya sudah bisa tiba di Batu Caves dari KL sentral, sangat murah dan mudah. Masuk gerbang pertama pemandangan patung hijau besar sudah menyambut saya, dengan latar belakang dinding dari batu yang sangat tinggi dan beberapa pepohonan di atasnya. Sembari berjalan menuju pusat keramaian terlihat di sisi jalan berbagai pernak-pernik khas malaysia, beberapa penjaja makanan dan minuman yang mayoritas dijual oleh kaum hindi. Saya sempat berhenti sejenak ketika tiba-tiba sekerumunan burung merpati yang jumlahnya ratusan terbang rendah tepat di depan saya, seakan-akan bermain dengan para pengunjung yang datang dan menyambut mereka. Salah satu daya tarik batu caves adalah patung budha berwarna keemasan yang sangat tinggi, banyak orang berhenti di depannya untuk mengabadikan gambar bersama patung budha raksasa ini.
Tetapi tantangan sebenarnya tidak lain adalah harus menaklukkan 272 anak tangga menuju puncak, pintu masuk gua menuju kuil utama. Sepanjang perjalanan menaiki tangga juga harus ekstra waspada terhadap monyet-monyet yang tersebar di sepanjang tangga, karena monyet-monyet disini cukup agresif jika lengah sedikit bisa jadi barang berharga raib dibawa ke puncak pohon atau bukit. Setibanya di ujung tangga pemandangan gua besar dan kelelawar berterbangan menyambut saya, melangkahkan kaki ke dalam gua dari kejauhan sudah terlihat kuil dan beberapa pria berpakaian khas sedang membakar dupa dan beribadah. Nuansa spiritual langsung terasa ketika berada di tempat ini. Batu caves sangat layak untuk dikunjungi, belum lagi tidak ada retribusi apapun untuk masuk ke dalam tempat ini.

Bermain bersama Hiu, Pari Raksasa dan Penyu Raksasa di Aquaria KLCC

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar kata hiu? Ikan berukuran besar dengan gigi runcing dan sirip khas yang biasanya di dalam film hampir selalu identik dengan hewan pemangsa dan punya naluri pembunuh. Hal ini juga sempat terlintas dalam pikiran saya, namun ketika melihat dengan mata kepala saya sendiri di Aquaria KLCC hiu ini sama layaknya seperti ikan-ikan yang lain, berenang kesana kemari tanpa adanya adegan mangsa-memangsa. Di aquarium dengan panjang 50 meter ini saya hanya terpana melihat ikan-ikan berbagai jenis beraneka warna wira-wiri di hadapan saya, hanya dipisahkan dinding aquarium. Yang menarik perhatian saya selain hiu adalah ikan pari yang ditangkap di laut lepas Thailand dan didatangkan langsung ke tempat ini, mata akan tertuju langsung kepada spesies satu ini karena lebarnya yang luar biasa, seperti karpet yang bisa berenang. Belum lagi 2 ekor penyu raksasa dengan panjang seperti saya makin membuat saya terkagum-kagum dengan tempat ini. Kebetulan ketika saya berkunjung ke aquaria KLCC bertepatan dengan jadwal memberi makan, saya bisa menyaksikan langsung 2 orang penyelam professional masuk dengan ember besar berisi ikan kecil, udang, sayuran ke dasar aquarium. Spontan semua spesies ikan yang ada di aquarium langsung mengerubungi mereka, sepertinya mereka sudah tahu betul kalau ini adalah waktunya makan, pemandangan yang sangat langka.

Aquaria KLCC juga sangat mudah diakses karena lokasinya yang terdapat di pusat kota, cukup ditempuh dengan berjalan kaki dari area perbelanjaan KLCC yang dihubungkan dengan tunnel, terowongan bawah tanah yang bisa ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Setelah puas melihat kehidupan dalam air, saya lanjutkan dengan wisata kuliner khas negeri jiran (nasi lemak) sembari menikmati kerlap-kerlip twin tower, menara kembar petronas di malam hari.

Jadi bagi Anda yang berencana liburan, tetapi masih bingung mau mengajak siapa. Jangan khawatir, solo traveling juga tidak kalah menariknya. Jadi tunggu apa lagi, happy traveling.

No comments: