Work Hard, Play Harder

Follow
Twitter @chalzable
Instagram ID = chalzable
Line ID = chalzable
Facebook and Email = hatebinz@yahoo.com


SoundCloud = https://soundcloud.com/ichaaal

Tuesday, September 3, 2013

Pau, France















Extraordinary Pau
Menikmati Pesona Kota Kecil di Selatan Prancis


Bonjour monsieur, Bienvenue à Pau (selamat pagi bapak, selamat datang di Pau)  itulah kalimat pertama yang saya dengar ketika tiba di Pau Airport setelah menumpuh 1 jam 15 menit perjalanan dengan pesawat dari Paris. Airport di Pau tidak terlalu besar namun sangat bersih dan rapi juga sepi, sesampainya di airport saya dan kolega saya yang berkebangsaan perancis langsung menuju tempat penyewaan mobil karena transportasi dengan mobil adalah solusi paling tepat jika ingin berkeliling menikmati kota kecil ini yang sarana transportasinya masih terbatas tidak seperti kota-kota besar di Perancis lain seperti Paris.

Mengagumi indahnya Pegunungan Bersalju Pirenea dengan suhu 4 derajat Celcius

Pau adalah ibu kota salah satu wilayah di Perancis yang dinamakan  Pyrene Atlantik. Kota ini terletak di kaki pegunungan Pirenea yang menjadi batas negara Perancis di selatan dengan Spanyol. Di kota ini terdapat beberapa lokasi stasiun ski. Pirenea memang merupakan pegunungan ke 2 di Eropa setelah Alpen yang menjadi sasaran liburan warga Eropa baik ketika musim dingin untuk bermain ski maupun untuk berbagai jenis olah raga di musim panas. 
Akses menuju pegunungan Pirenea juga sangat mudah dengan kondisi jalan yang sangat baik, dibutuhkan waktu 2 jam perjalanan menuju perbatasan Perancis-Spanyol tempat tujuan pertama kami untuk melihat pegunungan bersalju dari jarak dekat. Selama perjalanan pemandangan yang disuguhkan benar-benar indah dengan gradasi pemandangan yang bervariasi. Ketika meninggalkan airport menuju kaki pegunungan tapi masih dekat dengan perkotaan pemandangan berupa jalan beraspal dengan pohon-pohon tinggi berwarna hijau dan kuning disisi jalan dengan rumah penduduk yang jarang dan padang rumput yang luas, sesekali terlihat hewan ternak berkeliaran bebas di Padang rumput hijau. Dari jauh terlihat deretan pegunungan bersalju yang seakan-akan memanggil kami untuk mendekat. Mencapai area kaki pegunungan jalan mulai berbelok dan mendaki dengan tebing bebatuan di satu sisi dan aliran air sungai dari pegunungan disisi lainnya dengan rerumputan hijau di sisi sungai, pepohonan di area ini berukuran lebih kecil tetapi masih memiliki dedaunan. Semakin ke atas dimana udara semakin dingin mencapai 4 derajat Celcius, yang terlihat hanyalah pegunungan bersalju nyaris tanpa pepohonan, dengan aliran air dari pegunungan yang masih mengalir deras bisa dibayangkan bagaimana dinginnya.

Sensasi melintasi perbatasan Perancis dengan Spanyol 

Kami berhenti di rest area dan hal yang pertama dilakukan adalah keluar mobil dan mengambil salju dalam genggaman tangan dan merasakan sejuknya. Seluruh tempat ini ditutupi salju hanya ada beberapa bagian batu pegunungan terlihat, beberapa keluarga juga terlihat membawa anak-anak mereka untuk bermain salju dan membentuk bola salju, meskipun ini sudah masuk summer karena memang lokasinya cukup tinggi wilayah pegunungan pirenea ini masih ditutupi salju. Bagian jalan beraspal juga bersih dari salju karena memang ada jasa pembersihan jalan dari salju untuk akses orang-orang yang ingin melintasi perbatasan menuju spanyol. Saya melintasi sisi jalan dan melihat aliran air dari pegunungan, ingin merendamkan kaki ke air namun saya mengurungkan niat mengingat dinginnya cuaca. Puas mengabadikan gambar kami melanjutkan perjalanan melintasi perbatasan Perancis-Spanyol.
Bienvenidos a Espana, petunjuk di sisi jalan menandakan kami sudah melintasi perbatasan. Salju masih terlihat di kanan kiri jalan dengan pemandangan gunung yang makin jelas. Yang menarik di tempat ini adalah berdirinya beberapa kafe dan tempat makan yang ramai dikunjungi para pelancong, pemain ski untuk menikmati makanan dan minuman sebelum melanjutkan perjalanan.

Karena summer maka siang lebih lama di Pau, matahari baru tenggelam sekitar jam 9 malam sehingga ketika kami meninggalkan tempat ini jam 6 sore masih dalam keadaan terang benderang. Perjalanan kami lanjutkan menurununi gunung menuju pusat kota Pau, selama perjalanan ke Pau beberapa tempat pengolahan wine terlihat beserta perkebunan anggurnya, bagi orang Perancis wine sama halnya es teh atau es jeruk di Indonesia, selalu dihidangkan saat jamuan makan siang atau makan malam.


Menikmati Pesona  Pusat Kota Pau
Berkat letak geografisnya yang penuh tanjakan dan kelokan Pau dikenal oleh para penggemar olahraga sepeda. Bahkan sejak tahun 1930 kota ini telah ditunjuk menjadi salah satu tempat, etape dalam seri Tour de France, lomba balap sepeda paling terkenal di Perancis yang diikuti sejumlah negara  besar dunia. Namun jauh sebelum itu sebenarnya Pau secara rutin telah menjadi tuan rumah balap mobil yang terkenal hingga saat ini, yaitu Grand Prix Formula. Saat Grand Prix formula jalan-jalan disulap menjadi area balap dengan tribun penonton temporer yang sengaja dibuat dibeberapa tempat dengan memperhatikan unsur keselamatan sisi jalan didesign dengan ban-ban karet dan pagar.                        

Tempat paling menarik di pau menurut saya adalah kafe-kafe di sepanjang sisi jalan sekitar Château de Pau (Pau castle) dimana pemandangan pegunungan pirenea bersalju terlihat di kejauhan, saat summer menikmati secangkir coklat panas dan roti di luar kafe dengan udara yang sejuk memberikan nuansa tenang.
Pusat perbelanjaan juga tidak jauh dari sini yang biasanya dipenuhi oleh remaja-remaja. Bangunan-bangunan di Pau juga sama layaknya dengan negara eropa lain dengan sentuhan arsitektur yang khas.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                

No comments: